Figure 13.5


1. Pendahuluan[Kembali]

    Meskipun terdapat banyak IC yang hanya berisi rangkaian digital dan banyak pula yang hanya berisi rangkaian linier, ada sejumlah unit yang menggabungkan kedua jenis rangkaian tersebut, yaitu rangkaian linier dan digital. Di antara IC linier/digital terdapat rangkaian komparator, konverter digital-ke-analog, rangkaian antarmuka, rangkaian pewaktu (timer), rangkaian osilator yang dikendalikan tegangan (VCO), dan phase-locked loop (PLL). Rangkaian komparator adalah rangkaian yang membandingkan tegangan input linier terhadap tegangan referensi tertentu, dan menghasilkan kondisi digital yang menunjukkan apakah tegangan input melebihi tegangan referensi atau tidak. 

    Rangkaian yang mengubah sinyal digital menjadi tegangan analog atau linier, serta rangkaian yang mengubah tegangan linier menjadi nilai digital, banyak digunakan pada peralatan dirgantara, peralatan otomotif, dan pemutar cakram padat (CD), serta berbagai aplikasi lainnya. Rangkaian antarmuka digunakan untuk menghubungkan sinyal dengan level tegangan digital yang berbeda, dari jenis perangkat keluaran yang berbeda, atau dari impedansi yang berbeda, sehingga tahap penggerak (driver) dan tahap penerima (receiver) dapat bekerja dengan baik.

    IC timer menyediakan rangkaian linier dan digital yang digunakan untuk berbagai operasi pengaturan waktu, seperti pada alarm mobil, pengatur waktu di rumah untuk menyalakan atau mematikan lampu, dan rangkaian pada peralatan elektromekanis untuk menyediakan waktu yang tepat sesuai dengan operasi unit yang diinginkan. IC timer 555 telah lama menjadi unit IC yang populer. Osilator yang dikendalikan oleh tegangan (VCO) menghasilkan sinyal clock keluaran dengan frekuensi yang dapat diubah atau disesuaikan melalui tegangan input. Salah satu aplikasi populer dari VCO adalah dalam unit phase-locked loop (PLL), yang digunakan dalam berbagai pemancar dan penerima komunikasi.

2. Tujuan[Kembali]

  • Memahami klasifikasi penguat daya dan efisiensinya.

  • Menganalisis distorsi harmonik dan teknik heat sinking pada penguat daya.

  • Mempelajari prinsip kerja IC timer 555 dan aplikasinya.

  • Mengevaluasi konverter digital-analog (DAC) dan loop terkunci fase (PLL).

3. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Generator DC

  

2. Op-Amp


3. Resistor
 


4. Probe Voltage




5. Ground




6. Transistor

 

7. Generator Sine


4. Dasar Teori[Kembali]

1. Linear-Digital ICs

Linear Integrated Circuits, yang sering disingkat Linear ICs, adalah komponen elektronika yang dirancang khusus untuk memproses sinyal analog berkelanjutan dengan karakteristik hubungan linier antara tegangan input dan output, seperti yang dijelaskan dalam buku “Electronic Devices and Circuit Theory” karya Robert L. Boylestad dan Louis Nashelsky; contoh paling umum mencakup operational amplifier (op-amp) seri LM741 dan TL072, timer NE555, serta regulator tegangan LM78xx yang semuanya bekerja pada rentang tegangan kontinu sehingga dapat menghasilkan output mulus yang sesuai dengan perubahan input tanpa terjadi distorsi besar. Linear ICs (Integrated Circuits Analog) adalah komponen elektronika yang dipakai untuk memproses sinyal kontinu, seperti tegangan, arus, atau suara. Ciri utamanya adalah hubungan linier antara input dan output, tanpa distorsi .
Contoh Linear ICs:
  • Op-Amp (LM741, TL072)
  • Timer IC (NE555)
  • Regulator tegangan (LM78xx, LM317)
  • Komparator (LM311)
  • Filter aktif, PLL (Phase-Locked Loop)
Digital ICs berbeda secara mendasar karena bekerja pada prinsip logika biner: tegangan input hanya dikenal sebagai level tinggi (logika 1) atau rendah (logika 0), sehingga gerbang logika dasar seperti AND, OR, dan NOT, flip-flop, hingga mikroprosesor dapat mengeksekusi instruksi dengan kecepatan tinggi dan daya tahan terhadap derau yang lebih baik dibanding rangkaian analog.

PILIHAN GANDA
1. Pada karakteristik transfer tegangan sebuah Linear IC ideal, kemiringan kurva pada daerah linier setara dengan …
A. Impedansi input terbuka
B. Penguatan tegangan terbuka (open-loop gain) → BENAR
C. Bandwidth unity-gain
D. Common-mode rejection ratio

2. Regulator tegangan linear jenis tiga-terminal sering dipasang kapasitor tambahan pada pin output untuk …
A. Meningkatkan tegangan dropout
B. Meredam ripple dan memperbaiki respons transient → BENAR
C. Menurunkan efisiensi termal
D. Memperbesar arus quiescent

3. Pada op-amp yang dioperasikan sebagai komparator tanpa feedback, jika tegangan diferensial input melebihi beberapa milivolt, output akan …
A. Tetap pada level common-mode
B. Berayun antara +Vcc dan –Vee secara sinusoidal
C. Menjadi saturasi ke salah satu rail tegangan supply → BENAR

D. Menghasilkan zero-crossing noise saja

5. Percobaan[Kembali]








6. Download File[Kembali]

Figure 13.5

Datasheet Resistor

Datasheet Op-Amp

Datasheet Transistor

Komentar

Postingan Populer