UAS
Pembelajaran mata kuliah Elektronika ini diakhiri dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada Rabu, 25 Juni 2025. Pada ujian tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari selama perkuliahan untuk menjawab berbagai persoalan yang diberikan.
Menyelesaikan persoalan UAS Elektronika Rabu, 25 Juni 2025 dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep Elektronika.
A. Alat
<Generator>
Baterai
Spesifikasi
- Input voltage: ac 100~240v /
dc 10~30v
- Output voltage: dc 1~35v
- Max. Input current: dc 14a
- Charging current: 0.1~10a
- Discharging current: 0.1~1.0a
- Balance current: 1.5a/cell max
- Max. Discharging power: 15w
- Max. Charging power: ac 100w /
dc 250w
- Jenis batre yg didukung: life,
lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd 1-16s
- Ukuran: 126x115x49mm
- Berat: 460gr
B.
Bahan
1. Resistor
Resistor
adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan
tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian Elektronika (V=I R).
Jenis
Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan
resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan
subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed
resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara
menghitung nilai resistor:
Tabel
warna
Contoh :
Gelang ke
1 : Coklat = 1
Gelang ke
2 : Hitam = 0
Gelang ke
3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke
4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai
resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi
10%.
Spesifikasi
2. Dioda
Untuk
menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari
arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah
dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda
(terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang
berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus
dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat
mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
3. Transistor
Merupakan
transistor tipe NPN yang digunakan untuk switching agar mengaktifkan kontak
relay dan relay tersebut akan memberikan kontak pada motor DC dan output
lainnya.
Spesifikasi
:
- Bi-Polar Transistor
- DC Current Gain (hFE) is 800
maximum
- Continuous Collector current
(IC) is 100mA
- Emitter Base Voltage (VBE) is
> 0.6V
- Base Current(IB) is 5mA
maximum
4. OP-Amp
Konfigurasi
PIN LM741
Spesifikasi:
Op-Amp
adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal
listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan
Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk
menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas.
Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering disebut juga
dengan Penguat Operasional.
Komponen
Input :
1.
Logicstate
Gerbang
Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan
input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner
yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga
dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.
Pinout
Idle State
(Keadaan Siaga)
- ID State: 0
- Deskripsi: Sistem berada dalam
keadaan siaga, memantau kondisi lingkungan secara terus-menerus.
- Input: Sensor suhu, sensor
asap, dan sensor sentuh tidak mendeteksi anomali.
- Output: Tidak ada tindakan
diambil, hanya pemantauan rutin.
Alert
State (Keadaan Siaga Tinggi)
- Deskripsi: Salah satu sensor
mendeteksi anomali, tetapi belum ada konfirmasi kebakaran.
- Input: Sensor suhu atau sensor
asap mendeteksi suhu atau konsentrasi asap yang meningkat tetapi belum
mencapai ambang batas kritis.
- Output: Sistem mengaktifkan
peringatan awal (misalnya, lampu indikator menyala) dan terus memantau
situasi.
Pre-Alarm
State (Pra-Alarm)
- Deskripsi: Beberapa sensor
mendeteksi kondisi yang mendekati ambang batas kritis.
- Input: Kombinasi dari sensor
suhu, sensor asap, dan/atau sensor sentuh mendeteksi kondisi yang
mencurigakan.
- Output: Sistem mengaktifkan
alarm peringatan (misalnya, bunyi sirene dengan intensitas rendah) dan
mempersiapkan tindakan lebih lanjut.
Alarm
State (Alarm Aktif)
- Deskripsi: Kondisi kebakaran
terkonfirmasi berdasarkan data dari beberapa sensor.
- Input: Sensor suhu dan sensor
asap mendeteksi suhu tinggi dan konsentrasi asap yang melebihi ambang
batas kritis.
- Output: Sistem mengaktifkan
alarm kebakaran utama (sirene keras, lampu peringatan berkedip), mengirim
notifikasi ke sistem pemantauan jarak jauh, dan mulai mengeksekusi
prosedur penanggulangan.
Fire
Control State (Penanggulangan Kebakaran)
- Deskripsi: Sistem
mengimplementasikan prosedur penanggulangan kebakaran otomatis.
- Input: Konfirmasi kebakaran
dari sensor suhu, asap, dan sentuh.
- Output: Aktivasi sistem
pemadam kebakaran otomatis (misalnya, sprinkler atau pemadam api),
pemutusan aliran listrik di area terdampak, dan penguncian akses ke area
tersebut.
Post-Fire
State (Pascakebakaran)
- Deskripsi: Kebakaran telah
diatasi, sistem dalam proses pemulihan dan evaluasi.
- Input: Sensor menunjukkan
bahwa kebakaran telah berhasil dipadamkan.
- Output: Sistem mengirim
notifikasi status ke sistem pemantauan jarak jauh, menonaktifkan alarm,
dan memulai prosedur evaluasi serta pemulihan.
Maintenance
State (Pemeliharaan)
- Deskripsi: Sistem dalam mode
pemeliharaan untuk pengecekan dan perbaikan.
- Input: Sistem diaktifkan
secara manual untuk pemeliharaan rutin atau setelah insiden kebakaran.
- Output: Semua sensor dan alarm
dinonaktifkan sementara untuk memungkinkan pengecekan dan perbaikan oleh
teknisi.
2.Potensiometer
Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya
dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan
pemakainya.
Komponen
Output
1. Buzzer
Buzzer merupakan sebuah lonceng, bel, atau alarm yang digunakan sebagai
alat untuk mengumpulkan banyak orang di suatu tempat dengan tujuan untuk
menyampaikan suatu pengumuman.
Buzzer berasal dari Bahasa inggris yang mempunyai arti lonceng, bel atau
alarm. Pengertian buzzer secara harfiah diartikan sebagai alat yang di
manfaatkan dalam memberikan pengumuman atau mengumumkan sesuatu untuk
mengumpulkan orang-orang pada suatu tempat.
2.
LED-red
Light
Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika
yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan
maju. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua
kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan
cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke
Katoda.
LED
terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan
junction P dan N.
3.
Motor
Motor
Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut
sebagai Motor Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua terminal dan
memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat
menggerakannya. Motor Listrik DC ini biasanya digunakan pada
perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC
seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik DC.
Spesifikasi
Pinout
4.
Relay
Spesifikasi
Relay
umumnya adalah tegangan input 5 VDC, 12 VDC atau 48 VDC. Untuk common dan NO NC
umumnya 220 vac dengan arus kerja 10 A.
- Konfigurasi pin Relay
dihubungkan ke 5V
- GND dihubungkan ke GND
- IN1/Data dihubungkan ke pin 2
Pinout
1.
Resistor
Simbol :
Resistor
adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan
tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian Elektronika (V=I R).
Jenis
Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan
resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan
subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed
resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara
menghitung nilai resistor:
Tabel
warna
Contoh :
Gelang ke
1 : Coklat = 1
Gelang ke
2 : Hitam = 0
Gelang ke
3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke
4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai
resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi
10%.
2.
Dioda
Spesifikasi
Dioda
adalah komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi
untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik
dari arah sebaliknya. Sebuah Dioda dibuat dengan menggabungkan dua bahan
semi-konduktor tipe-P dan semi-konduktor tipe-N. Ketika dua bahan ini
digabungkan, terbentuk lapisan kecil lain di antaranya yang disebut depletion
layer. Ini karena lapisan tipe-P memiliki hole berlebih dan lapisan tipe-N
memiliki elektron berlebih dan keduanya mencoba berdifusi satu sama lain
membentuk penghambat resistansi tinggi antara kedua bahan seperti pada gambar
di bawah ini. Lapisan penyumbatan ini disebut depletion layer.
Ketika
tegangan positif diterapkan ke Anoda dan tegangan negatif diterapkan ke Katoda,
dioda dikatakan dalam kondisi bias maju. Selama keadaan ini tegangan positif
akan memompa lebih banyak hole ke daerah tipe-P dan tegangan negatif akan
memompa lebih banyak elektron ke daerah tipe-N yang menyebabkan depletion layer
hilang sehingga arus mengalir dari Anoda ke Katoda. Tegangan minimum yang
diperlukan untuk membuat dioda bias maju disebut forward breakdown voltage.
Jika
tegangan negatif diterapkan ke anoda dan tegangan positif diterapkan ke katoda,
dioda dikatakan dalam kondisi bias terbalik. Selama keadaan ini tegangan
negatif akan memompa lebih banyak elektron ke material tipe-P dan material
tipe-N akan mendapatkan lebih banyak hole dari tegangan positif yang membuat
depletion layer lebih besar dan dengan demikian tidak memungkinkan arus
mengalir melaluinya. Kondisi ini hanya terjadi pada dioda yang ideal,
kenyataannya arus yang kecil tetap dapat mengalir pada bias terbalik dioda.
Dioda
dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Dioda
Penyearah (Dioda Biasa atau Dioda Bridge) yang berfungsi sebagai penyearah arus
AC ke arus DC.
2. Dioda
Zener yang berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan juga sebagai penstabil
tegangan.
3. Dioda
LED yang berfungsi sebagai lampu Indikator ataupun lampu penerangan.
4. Dioda
Photo yang berfungsi sebagai sensor cahaya.
5. Dioda
Schottky yang berfungsi sebagai Pengendali.
Untuk
menentukan arus zenner berlaku persamaan:
Keterangan:
Pada
grafik terlihat bahwa pada tegangan dibawah ambang batas tegangan mundur
(reverse) sebuah dioda akan tembus (menghantar) dan tidak bisa menahan lagi.
Batas ini disebut dengan area tegangan breakdown dioda. Kondisi dioda pada area
ini adalah tembus atau menghantar dan tidak menghambat. Kemudian pada level
tegangan diantara tegangan breakdown dan tegangan forward terdapat area
tegangan reverse dan tegangan cut off. Pada area ini kondisi dioda adalah
menahan atau tidak mengalirkan arus listrik.
3.
Transistor
Transistor
adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan dari bahan-bahan
semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. Masing-masing kaki disebut sebagai
basis, kolektor, dan emitor.
1. Emitor
(E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
2.
Kolektor (C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari
dalam transistor.
3. Basis
(B) berguna untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari
transistor melalui kolektor.
Berfungsi
sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching),
stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Selain itu, transistor biasanya
juga dapat digunakan sebagai saklar dalam rangkaian elektronika. Jika ada arus
yang cukup besar di kaki basis, transistor akan mencapai titik jenuh. Pada
titik jenuh ini transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke
emitor sehingga transistor seolah-olah short pada hubungan kolektor-emitor.
Jika arus base sangat kecil maka kolektor dan emitor bagaikan saklar yang
terbuka. Pada kondisi ini transistor dalam keadaan cut off sehingga tidak ada
arus dari kolektor ke emitor.
Rumus-rumus
transistor:
Spesifikasi
:
- Bi-Polar Transistor
- DC Current Gain (hFE) is 800
maximum
- Continuous Collector current
(IC) is 100mA
- Emitter Base Voltage (VBE) is
> 0.6V
- Base Current(IB) is 5mA
maximum
Konfigurasi
Transistor
Konfigurasi
Common Base adalah konfigurasi yang kaki Basis-nya di-ground-kan dan digunakan
bersama untuk INPUT maupun OUTPUT. Pada Konfigurasi Common Base, sinyal
INPUT dimasukan ke Emitor dan sinyal OUTPUT-nya diambil dari Kolektor,
sedangkan kaki Basis-nya di-ground-kan. Oleh karena itu, Common Base juga
sering disebut dengan istilah “Grounded Base”. Konfigurasi Common Base ini
menghasilkan Penguatan Tegangan antara sinyal INPUT dan sinyal OUTPUT namun
tidak menghasilkan penguatan pada arus.
Konfigurasi
Common Collector (CC) atau Kolektor Bersama memiliki sifat dan fungsi yang
berlawan dengan Common Base (Basis Bersama). Kalau pada Common Base
menghasilkan penguatan Tegangan tanpa memperkuat Arus, maka Common Collector
ini memiliki fungsi yang dapat menghasilkan Penguatan Arus namun tidak
menghasilkan penguatan Tegangan. Pada Konfigurasi Common Collector, Input
diumpankan ke Basis Transistor sedangkan Outputnya diperoleh dari Emitor
Transistor sedangkan Kolektor-nya di-ground-kan dan digunakan bersama untuk
INPUT maupun OUTPUT. Konfigurasi Kolektor bersama (Common Collector) ini sering
disebut juga dengan Pengikut Emitor (Emitter Follower) karena tegangan sinyal
Output pada Emitor hampir sama dengan tegangan Input Basis.
Konfigurasi
Common Emitter (CE) atau Emitor Bersama merupakan Konfigurasi Transistor yang
paling sering digunakan, terutama pada penguat yang membutuhkan penguatan
Tegangan dan Arus secara bersamaan. Hal ini dikarenakan Konfigurasi Transistor
dengan Common Emitter ini menghasilkan penguatan Tegangan dan Arus antara
sinyal Input dan sinyal Output. Common Emitter adalah konfigurasi Transistor
dimana kaki Emitor Transistor di-ground-kan dan dipergunakan bersama untuk
INPUT dan OUTPUT. Pada Konfigurasi Common Emitter ini, sinyal INPUT dimasukan
ke Basis dan sinyal OUTPUT-nya diperoleh dari kaki Kolektor.
4.
LM741
LM741 adalah salah satu IC (Integrated Circuit) Op-Amp (Operational
Amplifier) yang memiliki 8 pin. IC Op-Amp ini terdapat 2 jenis bentuk, yaitu
tabung (lingkaran) dan kotak (persegi), tetapi yang umum adalah yang berbentuk
persegi. Op-Amp banyak digunakan dalam sistem analog komputer, penguat
video/gambar, penguat audio, osilator, detector dan lainnya. LM741
biasanya bekerja pada tegangan positif/negatif 12 volt, dibawah itu IC tidak
akan bekerja. Setiap pin/kaki-kaki pada IC LM741 mempunya fungsi yang
berbeda-beda, keterangan pin/kaki-kaki LM741 dapat dilihat pada gambar dibawah
ini.
Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai
Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda,
Resistor dan Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga
memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang
frekuensi yang luas. Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier
sering disebut juga dengan Penguat Operasional.
Karakteristik
penguat ideal adalah:
- Gain sangat besar (AOL
>>). Penguatan open loop adalah sangat besar karena feedback-nya
tidak ada atau RF = tak terhingga, serta pada rentang frekuensi yang
luas.
- Impedansi input sangat besar
(Zi >>). Impedansi input adalah sangat besar sehingga arus input ke
rangkaian dalam op-amp sangat kecil sehingga tegangan input sepenuhnya
dapat dikuatkan.
- Impedansi output sangat kecil
(Zo <<).
Konfigurasi
PIN LM741:
Spesifikasi:
Respons
karakteristik kurva I-O:
Op-Amp
LM741 dapat membuat beberapa fungsi rangkaian seperti gambar berikut.
Macam-macam
rangkaian yang dapat dibentuk LM741
- Detektor Penyilang Nol:
mendeteksi tegangan-tegangan di atas nol
- Detektor Taraf Tegangan
(positif dan negatif): mendeteksi tegangan-tegangan acuan pada tegangan
positif maupun negatif yang sudah kita tentukan.
- Penguat (Buffer): memperkuat
amplitudo pada pulsa output nya.
- Penguat 2 Tingkat: seperti
rangkaian Buffer, tetapi mengalami 2 kali penguatan.
- Pembangkit Isyarat: untuk
membangkitkan pulsa
- Rangkaian Diverensial: untuk
pengukuran pengendalian instrumentasi dan penguat sinyal-sinyal yang
sangat lemah.
- Rangkaian Instrumentasi: untuk
memperbaiki penguat differensial.
Berikut
ditampilkan grafik frekuensi dan resistansi output lm741
Karakteristik
elektrik
SOAL
1. Buatlah suatu rangkaian aplikasi penguat dengan op-amp. menggunakan 2 input sensor (analog & digital) dan output seperti motor atau komponen output lainnya.
Jawab:
2. Buatlah suatu rangkaian aplikasi kontrol greenhouse menggunakan
input-input sensor dan output-output seperti motor atau komponen output lainnya.
Jawab:
3. Buatlah suatu rangkaian aplikasi kontrol incubator dengan
ketentuan:
a. Ada
sensor analog dan sensor digital
b. Ada kondisi ≥ 2 sensor untuk suatu output dan kebalikannya.
Jawab:
4. Buatlah
suatu rangkaian aplikasi sesuai Tugas Besar anda yang terdiri dari ≥ 5 input 4.
sensor(analog & digital) dan output (seperti motor, heater, Fan, lampu dll)
dengan melibatkan rangkaian kontrol yang memakai penguat transistor(bias
berbeda) dan op-amp.(tipe rangkaian yang berbeda)
Jawab:
Datasheet MQ2 [Klik]
Datasheet LM35 [Klik]
Datasheet PIR [Klik]
Datasheet GP2D12 [Kli]
Datasheet Flame Sensor [Klik]
Datasheet Resistor [Klik]
Datasheet Relay [Klik]
Datasheet Op-Amp [Klik]
Datasheet LED [Klik]
Datasheet Motor [Klik]
Datasheet BC 143 [Klik]
Datasheet BC 547 [Klik]
Datasheet Battery [Klik]
Datasheet Dioda [Klik]
Datasheet Potensiometer [Klik]
Datasheet Buzzer [Klik]





Komentar
Posting Komentar