Figure 17.19


1. Pendahuluan[Kembali]

        Transistor FET (Field Effect Transistor) adalah salah satu jenis transistor yang mengatur aliran arus listrik melalui pengaruh medan listrik. FET memiliki tiga terminal utama, yaitu Source, Gate, dan Drain. Berbeda dengan transistor bipolar (BJT) yang dikendalikan oleh arus basis, FET dikendalikan oleh tegangan pada terminal Gate, sehingga hanya membutuhkan arus yang sangat kecil untuk pengoperasiannya.

Salah satu keunggulan utama FET adalah impedansi input yang sangat tinggi dan konsumsi daya yang rendah, menjadikannya ideal untuk berbagai aplikasi, seperti penguat sinyal (amplifier), saklar elektronik, serta rangkaian digital dan analog.

FET terdiri dari beberapa jenis, dengan yang paling umum adalah:

  • JFET (Junction Field Effect Transistor): Menggunakan sambungan PN (junction) untuk mengontrol arus. Umumnya digunakan dalam rangkaian analog berdaya rendah.
  • MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor FET): Menggunakan lapisan oksida sebagai isolator antara gate dan kanal. MOSFET lebih sensitif terhadap muatan listrik dan banyak digunakan dalam rangkaian digital dan daya tinggi.

Karena keunggulan performanya, FET sangat luas digunakan dalam teknologi modern seperti perangkat komunikasi, komputer, dan sistem kendali otomatis.

2. Tujuan[Kembali]

·       Mengenal struktur dan prinsip kerja komponen PNPN (SCR).

·       Memahami kondisi penyalaan dan pemadaman (trigger dan turn-off) pada PNPN.

·       Menganalisis karakteristik arus-tegangan (V-I) dari komponen PNPN.

·       Mengamati fungsi PNPN sebagai saklar elektronik dalam rangkaian daya.

3. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Generator DC

 


3. Resistor
 


4. Probe Voltage




5. Ground


6. LDR 


4. Dasar Teori[Kembali]

    Chapter 17 membahas Transistor Efek Medan (FET), yaitu jenis transistor unipolar yang beroperasi dengan hanya satu jenis pembawa muatan, yaitu elektron atau hole, tergantung pada jenis FET-nya. Berbeda dengan Bipolar Junction Transistor (BJT) yang menggunakan dua jenis pembawa muatan sekaligus dan dikendalikan oleh arus, FET dikendalikan oleh tegangan pada terminal gate.

Salah satu keunggulan utama FET adalah impedansi input yang sangat tinggi, sehingga hanya membutuhkan arus input yang sangat kecil. Hal ini menjadikan FET sangat efisien dalam konsumsi daya dan sangat ideal untuk aplikasi yang memerlukan penguatan sinyal dengan minimal distorsi beban input.

Chapter ini juga menyoroti perbedaan karakteristik dan struktur antara jenis-jenis FET yang umum digunakan, seperti:

  • JFET (Junction Field Effect Transistor): Menggunakan sambungan PN sebagai pengendali kanal arus.

  • MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor FET): Menggunakan lapisan oksida sebagai isolator gate, dan memiliki sensitivitas kontrol yang lebih tinggi.

FET banyak diaplikasikan dalam rangkaian penguat sinyal, saklar elektronik, serta berbagai sistem digital dan analog karena kestabilan dan efisiensinya. Pemahaman terhadap prinsip kerja dan karakteristik FET sangat penting untuk melanjutkan studi ke topik-topik lanjut dalam desain sistem elektronik.

EXAMPLE

1. Komponen utama yang berfungsi sebagai jalur masuk arus dalam FET disebut:
A. Gate
B. Drain
C. Source
D. Emitter

Jawaban: C. Source

 

2. Jenis FET yang menggunakan lapisan oksida sebagai isolator antara gate dan kanal adalah:
A. BJT
B. UJT
C. JFET
D. MOSFET

Jawaban: D. MOSFET

 

3. Perbedaan mendasar antara FET dan BJT dalam cara kerjanya adalah:
A. FET dikendalikan oleh arus, BJT oleh tegangan
B. FET bekerja dengan dua jenis muatan, BJT satu jenis
C. FET adalah unipolar, BJT adalah bipolar
D. FET tidak memiliki terminal gate

Jawaban: C. FET adalah unipolar, BJT adalah bipolar

5. Percobaan[Kembali]











6. Download File[Kembali]

Figure 17.19

Datasheet Resistor [Klik]

Komentar

Postingan Populer