Laporan Akhir



Nama                           : Muhammad Zuhdi Yasykur

No. BP                         : 2410952003

Tanggal Praktikum      : 25 Maret 2025

Asisten                         : Dicky Nurdiansyah

                                      Dzaki Asyrof

1. Jurnal [Kembali]

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 54 V

 - 

 -

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 54 V

 1000 ms

 1 kHz / 1000 Hz

 

2.                Membandingkan Frekuensi

 

Jenis Gelombang

 

Frekuensi oscilloscope

 

Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

1.001 kHz

1.000 Hz

Gigi gergaji

1.003 kHz

1.000 Hz

Pulsa (Kotak)

1.000 kHz

1.000 Hz

 

3.               Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

1 kHz

1 kHz

 

1 : 2

1 kHz

2 kHz

 

2 : 1

2 kHz

1 kHz

 

1 : 3

1 kHz

3 kHz

 

3 : 1

3 kHz

1 kHz

 

2 : 3

2 kHz

3 kHz

 

3 : 2

3 kHz

2 kHz

 

 

4.               Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0.75 W

2.51 V

0.31 A

0.778 W

2 Lampu

1.5 W

5.08 V

0.31 A

1.577 W

3 Lampu

2.25 W

7.54 V

0.31 A

2.337 W

 

5.               Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0.75 W

2.508 V

0.31 A

0.777 W

2 Lampu

1.5 W

2.508 V

0.6 A

1.504 W

3 Lampu

2.25 W

2.508 V

0.9 A

2.257 W

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a)     Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b)     Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c)     Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d)     Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

 

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut

·       Tegangan Searah

a)     Atur output power supply sebesar 4 Volt

b)     Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c)     Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

 

·       Tegangan Bolak Balik

a)     Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b)     Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

 

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a)     Susun rangkaian seperti gambar berikut

b)     Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c)     Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d)     Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e)     Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

 

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a)     Susun rangkaian seperti gambar berikut

b)     Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c)     Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d)     Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator

e)     Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f)      Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2

 

Pengukuran Daya

5. Mengukur Daya Satu Fasa

a)     Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b)     Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c)     Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d)     Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]



4. Analisa[Kembali]

ANALISA MODUL 2

1.     Mengapa perlu dilakukan kalibrasi, sebelum osiloskop digunakan?

Jawab:

Untuk memastikan kinerja oscilloscope tetap optimal dan hasil pengukurannya akurat serta presisi, sehingga frekuensi yang terukur mendekati atau sama dengan nilai frekuensi sebenarnya. 

2.     Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi dan perioda!

Jawab: 

Tegangan AC (Arus Bolak-Balik):

  • Amplitudonya berubah-ubah antara nilai positif dan negatif. Pengukurannya dari titik nol ke puncak tegangan disebut Tegangan Puncak ke Puncak ().
  • Frekuensinya dinyatakan dalam Hertz (), yang menunjukkan jumlah siklus gelombang lengkap per detik.
  • Periode adalah durasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus penuh, dimulai dari puncak positif, menuju negatif, dan kembali ke titik nol.

Tegangan DC (Arus Searah):

  • Amplitudonya stabil dan tidak berubah terhadap waktu.
  • Tidak memiliki frekuensi karena aliran tegangannya konstan dan searah.
  • Tidak memiliki periode karena tidak terjadi siklus perubahan tegangan.

 

3.     Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!

Jawab: 

a)     Gelombang Sinus (Sinusoidal)

·       Bentuk gelombang yang naik-turun secara halus dan periodik.

·       Memiliki karakteristik gerakan harmonik, bergerak dari titik nol ke puncak positif, lalu turun ke negatif, dan kembali ke nol.

 

b)     Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave)

·       Memiliki bentuk menyerupai gigi gergaji dengan kemiringan tajam.

·       Terdiri dari kenaikan tegangan yang curam diikuti penurunan bertahap (atau sebaliknya, tergantung konfigurasi).

 

c)     Gelombang Pulsa / Kotak (Square Wave)

·       Berbentuk persegi panjang dengan transisi tegangan yang cepat antara level tinggi dan rendah.

·       Dihasilkan oleh generator fungsi dan dikenal memiliki stabilitas tinggi, sehingga sering digunakan dalam pengukuran praktikum untuk hasil yang akurat.

 

d)     Gelombang Segitiga (Triangle Wave)

·       Memiliki kenaikan dan penurunan tegangan secara linear (garis lurus).

·       Naik dari tegangan minimum ke maksimum, lalu turun kembali ke minimum dengan kemiringan yang simetris.

4.     Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

Jawab:

a)     Kesesuaian Nilai

    • Daya terhitung () selalu sedikit lebih tinggi daripada daya terukur, tetapi perbedaannya relatif kecil (error ). Hal ini menunjukkan hasil pengukuran cukup akurat.

b)     Pola Arus

    • Arus total ( ) tetap konstan untuk semua beban, sesuai dengan karakteristik rangkaian seri di mana arus sama di setiap titik.

c)     Penyebab Perbedaan

    • Loss daya: Daya terukur mungkin lebih rendah karena adanya disipasi energi (misalnya, panas pada kabel atau resistansi internal alat ukur).
    • Ketelitian alat: Akurasi multimeter dalam mengukur tegangan dan arus bisa memengaruhi hasil.

Kesimpulannya, nilai daya terukur dan terhitung cocok dengan baik, dengan selisih yang wajar untuk eksperimen praktis. Perbedaan kecil dapat diterima karena faktor-faktor non-ideal dalam pengukuran atau komponen.

 

5.     Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!

Jawab:

a)     Kesesuaian Nilai

    • Daya terhitung () sangat mendekati daya terukur, dengan selisih sangat kecil (error ).
    • Pada 2 dan 3 lampu, perbedaan hampir tidak ada (), menunjukkan pengukuran yang sangat akurat.

b)     Pola Tegangan dan Arus

    • Tegangan total (2.508 ) tetap konstan untuk semua beban, sesuai karakteristik rangkaian paralel (tegangan sama di setiap cabang).
    • Arus total bertambah secara proporsional dengan jumlah lampu:
      • 1 Lampu: 0.31
      • 2 Lampu: 0.6 A  )
      • 3 Lampu: 0.9 A ( ).
        Hal ini membuktikan hukum Kirchhoff tentang arus pada rangkaian paralel.

c)     Penyebab Perbedaan Kecil

    • Loss daya minimal: Rangkaian paralel umumnya lebih efisien karena tegangan tetap, sehingga disipasi energi (misal pada konektor) sangat kecil.
    • Ketelitian alat: Multimeter memiliki sedikit error saat mengukur arus yang semakin besar.

Kesimpulan:

·       Nilai daya terukur dan terhitung sangat sesuai, terutama untuk 2 dan 3 lampu (error hanya ).

·       Rangkaian paralel menunjukkan efisiensi tinggi dengan tegangan stabil dan arus yang bertambah secara proporsional.

·      Perbedaan pada 1 lampu (error ) mungkin disebabkan oleh ketidakpastian pengukuran arus kecil atau toleransi komponen.

Catatan: Jika daya terukur lebih rendah dari terhitung, bisa disebabkan oleh loss daya pada kabel atau alat ukur. Sebaliknya, hasil yang hampir sama (seperti ini) menunjukkan sistem yang ideal.

5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir(KLIK DISINI)

Video Percobaan(KLIK DISINI)


Komentar

Postingan Populer