One shot Multivibrator dgn trigger negatif
Multivibrator Monostabil adalah jenis rangkaian multivibrator yang memiliki satu keadaan stabil dan satu keadaan tidak stabil (kuasi-stabil). Istilah "mono" berarti satu, menunjukkan bahwa rangkaian ini akan tetap berada pada keadaan stabil hingga diberi pemicu eksternal (trigger).
Rangkaian ini juga dikenal dengan sebutan one-shot multivibrator, karena menghasilkan satu pulsa output tunggal setiap kali menerima sinyal pemicu. Setelah memberikan pulsa selama periode waktu tertentu, rangkaian akan secara otomatis kembali ke keadaan stabil awal tanpa adanya aksi lanjutan dari luar.
Durasi pulsa output ini ditentukan oleh konstanta waktu (time constant) dari rangkaian RC (Resistor-Capacitor) yang digunakan, sehingga dapat diatur sesuai kebutuhan aplikasi.
Multivibrator monostabil umum digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika, seperti:
-
Pemrosesan sinyal kontrol
-
Pembuatan sinyal timing
-
Pemicu satu kali dalam sistem digital
-
Pengatur waktu dalam sirkuit televisi dan sistem kendali otomatis
Dengan karakteristik responsif terhadap satu pemicu dan waktu keluaran yang terkontrol, rangkaian ini sangat ideal untuk sistem yang membutuhkan respons logika sesaat namun terukur.
- Dapat memahami aplikasi
Amplifier dan pembangkit sinyal
- Dapat memahami rangkaian one shot multivibrator
A. Alat
- Osiloskop
- Voltmeter
- Baterai
B. Bahan
-
Operational Amplifier (741)
- Dioda
- Resistor
- Kapasitor
-
Potensiometer
Multivibrator
Monostabil adalah jenis multivibrator yang hanya memiliki satu keadaan
stabil dan satu keadaan kuasi-stabil (tidak stabil sementara waktu).
Istilah “mono” berarti satu, menandakan bahwa rangkaian ini akan tetap
dalam keadaan stabil hingga menerima satu pulsa pemicu eksternal.
Karena itu, ia juga dikenal sebagai one-shot multivibrator.
Struktur
dan Konfigurasi
Seperti
ditunjukkan pada gambar, rangkaian ini terdiri dari dua transistor bipolar Q1
dan Q2 yang dihubungkan secara umpan balik silang:
- Kolektor Q1 → basis Q2 melalui kapasitor C1
- Kolektor Q2 → basis Q1 melalui resistor R2
dan kapasitor
- Tegangan –VBB diberikan ke basis Q1 melalui
resistor R3
- Pulsa pemicu positif masuk ke basis
Q1 lewat kapasitor C2
- RL1 dan RL2 adalah resistor beban untuk
masing-masing transistor
Cara
Kerja Rangkaian
- Keadaan Stabil (awal
dinyalakan):
- Q1 dalam keadaan OFF, Q2 dalam keadaan ON
- Tegangan kolektor Q1 tinggi →
C1 terisi
- Setelah diberi pulsa pemicu ke
Q1:
- Pulsa positif menyebabkan Q1
menyala (ON) → tegangan kolektornya turun
- Penurunan tegangan ini
menyebabkan Q2 mati (OFF)
- Ini adalah transisi ke
keadaan kuasi-stabil
- Keadaan Kuasi-Stabil:
- Q1 tetap ON, Q2 tetap OFF
- Kapasitor C1 mulai
mengosongkan muatannya
- Selama C1 belum kosong
sepenuhnya, Q1 dipertahankan dalam keadaan ON
- Kembali ke Keadaan Stabil:
- Setelah C1 benar-benar
kosong, tegangan dari kolektor Q2 kembali menaikkan basis Q1
- Q1 menjadi OFF kembali, Q2 ON
- Sistem kembali ke kondisi
semula (stabil)
Aplikasi
- Penghasil pulsa tunggal
(one-shot pulse)
- Timer atau penunda waktu
- Sirkuit kendali logika
- Pemicu pada sistem digital
atau sinyal kontrol
EXAMPLE
1. Apa
fungsi dari trigger negatif pada one-shot multivibrator?
A. Menjaga
rangkaian tetap dalam keadaan stabil
B. Mematikan kedua transistor secara bersamaan
C. Memicu transisi dari keadaan stabil ke keadaan kuasi-stabil
D. Menurunkan frekuensi osilasi rangkaian
Jawaban:
C. Memicu transisi dari keadaan stabil ke keadaan kuasi-stabil
Penjelasan: Trigger negatif diperlukan untuk mengaktifkan multivibrator dan
menghasilkan satu pulsa output sebelum kembali ke keadaan stabil.
2. Pada
one-shot multivibrator, berapa kali output aktif untuk setiap trigger negatif
yang diterima?
A. Tidak
terbatas selama trigger diberikan
B. Dua kali untuk setiap trigger
C. Satu kali untuk setiap trigger
D. Tidak ada pengaruh dari trigger negatif
Jawaban:
C. Satu kali untuk setiap trigger
Penjelasan: Karena disebut "one-shot", rangkaian ini menghasilkan
satu pulsa output saja setiap kali menerima satu trigger negatif.
3.
Durasi pulsa output dari one-shot multivibrator terutama ditentukan oleh:
A.
Tegangan trigger
B. Jenis transistor yang digunakan
C. Nilai resistansi dan kapasitansi (RC)
D. Tegangan suplai negatif (–VBB)
Jawaban:
C. Nilai resistansi dan kapasitansi (RC)
Penjelasan: Durasi pulsa bergantung pada konstanta waktu RC dari rangkaian,
yaitu waktu yang dibutuhkan kapasitor untuk mengisi atau mengosongkan muatan.
Komentar
Posting Komentar