Laporan Akhir Modul 3



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM OPERATIONAL

AMPLIFIER DAN FILTER

Nama                              : Muhammad Zuhdi Yasykur

No BP                             : 2410952003

Kelompok                       : 10 (Sepuluh)

Tanggal Praktikum         : 9 September 2025

Asisten Praktikum          :  Dzaki Asrof

                                           Arina Putri Widiastuti

 1. Inverting Amplifier

Hitung

Gain()

 

Bentuk Gelombang

20

5

-2

-10

50

5

-5

-25

80

5

-8

-40

 

2. Komparator 

V1 (V)

V2 (V)

Vout

 0.011

 0.009

 -10V

 0.009

 0.011

 

 

3. LPF -20dB

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

100 Hz

 

 

 

 

5V

 

 

 

 

1.452V

 



 

 

 

 

 

500 Hz

 

 

 

 

 

5V

 

 

 

 

 

0.509V

 

 

 

 

 

 

 

 

1000 Hz

 

 

 

 

 

 

5V

 

 

 

 

 

 

0.259V

 

 

 

 

Sketch Grafik Bode Plot

 





 

  

4. HPF 40dB

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

 

 

100 Hz

 

 

 

 

 

5V

 

 

 

 

 

3.058V

 

 

 

 

 

 

500 Hz

 

 

 

 

 

5V

 

 

 

 

 

0.027V

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1000 Hz

 

 

 

 

 

5V

 

 

 

 

 

0.017V

 

 

Sketch Grafik Bode Plot

 



 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Op-Amp adalah penguat tegangan diferensial dengan dua input dan satu output. Dua input tersebut adalah input non-inverting (+) dan input inverting (-). Prinsip dasarnya adalah menguatkan perbedaan tegangan antara kedua input tersebut. Tegangan output (Vout​) secara ideal dihitung dengan rumus:

Vout​=AOL​(V+​−V−​)

    Di mana AOL​ adalah open-loop gain (penguatan tanpa umpan balik) yang sangat besar, sering kali lebih dari 100.000. Karena gain yang sangat tinggi ini, Op-Amp hampir selalu digunakan dengan umpan balik negatif (negative feedback). Umpan balik negatif adalah koneksi dari output kembali ke input inverting. Ini mengurangi gain secara keseluruhan, tetapi membuatnya dapat diprediksi, stabil, dan dikontrol. Prinsip dasar lain yang sangat penting dalam penggunaan Op-Amp dengan umpan balik negatif adalah "virtual short". Ini berarti bahwa tegangan pada input non-inverting (+) akan secara virtual sama dengan tegangan pada input inverting (-). Prinsip ini memungkinkan kita untuk merancang berbagai rangkaian penguat dengan gain yang presisi, seperti penguat inverting dan non-inverting, penguat diferensial, dan summer.

    Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik melalui Rf ke input inverting.

Gambar 3.2 Rangkaian Inverting Op-Amp

Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah arus mengalir melalui input inverting. Hal ini berarti bahwa tidak ada penurunan tegangan antara input inverting dan input non-inverting, dan tegangan pada input (-) inverting adalah 0 karena input non- inverting (+) terhubung ke ground. Karena arus yang mengalir menuju terminal input adalah 0, maka arus yang melalui Rin sama dengan arus yang melalui

Penguatan outputnya berbeda phasa 1800 dengan inputnya, jika input positif maka output negatif.

Penguatan tegangan (voltage gaininverting amplifier adalah

 adalah penguatan tegangan closed-loop.

Filter adalah rangkaian yang berfungsi untuk memanipulasi sinyal berdasarkan frekuensinya. Prinsip kerjanya didasarkan pada komponen pasif seperti resistor (R), kapasitor (C), dan induktor (L), atau seringkali dibuat lebih canggih menggunakan Op-Amp untuk filter aktif. Filter memiliki frekuensi cutoff (fc​), yaitu frekuensi di mana sinyal mulai dilemahkan.

Secara umum, ada empat jenis filter utama, dan masing-masing memiliki prinsip kerja yang berbeda:

1.      Low-Pass Filter (LPF): Meneruskan sinyal dengan frekuensi di bawah fc​ dan melemahkan (atau memblokir) sinyal dengan frekuensi di atasnya. Prinsipnya memanfaatkan kapasitor yang memiliki reaktansi (hambatan AC) yang berbanding terbalik dengan frekuensi. Pada frekuensi rendah, kapasitor bertindak seperti rangkaian terbuka, dan sinyal dapat melewatinya. Pada frekuensi tinggi, kapasitor bertindak seperti hubungan singkat, mengarahkan sinyal ke ground.

2.      High-Pass Filter (HPF): Meneruskan sinyal dengan frekuensi di atas fc​ dan melemahkan sinyal di bawahnya. Prinsipnya kebalikan dari LPF, di mana kapasitor memblokir frekuensi rendah dan memungkinkan frekuensi tinggi untuk lewat.

3.      Band-Pass Filter (BPF): Meneruskan sinyal dalam rentang frekuensi tertentu (antara frekuensi cutoff bawah dan atas) dan melemahkan frekuensi di luar rentang tersebut. Ini sering kali dibuat dengan menggabungkan LPF dan HPF secara seri.

4.      Band-Stop Filter (BSF): Melemahkan sinyal dalam rentang frekuensi tertentu dan meneruskan semua frekuensi lainnya. Ini sering digunakan untuk menghilangkan frekuensi noise tertentu, seperti hum 60 Hz dari listrik AC.

Ketika Op-Amp digunakan untuk membuat filter aktif, ia tidak hanya membuat filter lebih stabil dan memiliki gain, tetapi juga memungkinkan filter untuk tidak memiliki beban, sehingga tidak terpengaruh oleh rangkaian lain yang terhubung. Dengan Op-Amp, kita dapat membuat filter dengan kemiringan (roll-off) yang lebih curam dan kinerja yang lebih baik.

 

3. Video Percobaan [Kembali]

Video Percobaan High Pass Filter -40dB


Video Percobaan inverting Amplifier


Video Percobaan Comparator Amplifier

Video Percobaan Low Pass Filter -20dB








4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang diperoleh dari percobaan.

Jawab:
Berdasarkan hasil percobaan, nilai penguatan (gain) pada rangkaian inverting amplifier bergantung pada perbandingan resistor umpan balik (Rf) terhadap resistor input (Rin). Semakin besar nilai Rf dibandingkan Rin, maka semakin besar pula nilai penguatannya. Dari data, diperoleh bahwa pada penggunaan Rf = 20kΩ menghasilkan output sebesar -10V, Rf = 50kΩ menghasilkan -25V, dan Rf = 80kΩ menghasilkan -40V. Hal ini membuktikan bahwa tegangan output mengalami pembalikan fasa sebesar 180° terhadap input, sesuai dengan teori dasar inverting amplifier.

 

2. Apa yang terjadi apabila tegangan input komparator mendekati nilai tegangan referensi? Apakah output akan stabil atau muncul ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.

Jawab:
Ketika tegangan input komparator hampir sama dengan tegangan referensinya, maka output tidak langsung stabil, melainkan dapat terjadi kondisi ketidakpastian (chattering). Fenomena ini disebabkan oleh adanya gangguan kecil atau noise yang membuat output berosilasi cepat di sekitar titik switching.

 

3. Bagaimana perbandingan antara hasil perhitungan dengan hasil pengukuran, dan apabila terdapat selisih apa penyebabnya?

Jawab:
Dari sisi perhitungan, diperoleh nilai gain sebesar -2, -5, dan -8. Dengan Vin = 5V, maka diperoleh Vout hasil perhitungan masing-masing sebesar -10V, -25V, dan -40V. Nilai ini sesuai dengan hasil pengukuran yang dilakukan pada percobaan. Jika pun ada sedikit perbedaan, hal itu biasanya disebabkan oleh toleransi komponen resistor, noise, atau keterbatasan peralatan ukur.

 

4. Analisa prinsip kerja dari Low Pass Filter (LPF) berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan hasil pengamatan gelombang.

Jawab:
Dari hasil praktikum terlihat bahwa semakin tinggi frekuensi sinyal input, maka tegangan output semakin berkurang. Hal ini sesuai dengan karakteristik LPF yang melewatkan frekuensi rendah dan meredam frekuensi tinggi. Sesuai teori, setiap kenaikan frekuensi 10 kali lipat di atas frekuensi cut-off akan mengakibatkan penurunan tegangan output sekitar 10 kali lipat atau sekitar -20 dB/decade. Misalnya, pada frekuensi 100 Hz diperoleh Vout = 1,452 V, sedangkan pada 1000 Hz turun menjadi 0,259 V, yang menunjukkan adanya peredaman signifikan.

 5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.

Jawab:

Prinsip kerja dari HPF ini dengan meewatkan sinyal dengan frekuensi tinggi dan juga akan memblokir sinyal dengan frekuensi rendah, untuk tegangan outputnyas emakin rendah jika frekuensinya kita tingkatkan, dapat kita lihat pada percobaan ini nilai Vout paling rendah ketika frekuensi inputan berada pada nilai 1000 Hz.

5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir (Klik Disini)

Dowload Video (Klik Disini)

Komentar

Postingan Populer